Lalu?

February 21st, 2009 by mifbay

Saat mimpi-mimpi besar tereduksi dan semua kerja keras serta kesabaran tersesat dalam kegelapan

Mungkin Dia hanya ingin tahu sekeras apa seorang manusia

Atau itu hanyalah sekedar hukuman

I’m on The 3rd M.I.M.C

January 26th, 2009 by mifbay

Apa itu M.I.M.C?

MIMC adalah singkatan dari Morning International Manga Competition, diselenggarakan oleh ‘Weekly Morning’ milik penerbit Kodansha di Jepang.

Event ini pertama kali diadakan sebagai bagian dari perayaan ulang tahun majalah Morning Magazine ke-25 dan saat itu merupakan event berskala internasional pertama yang diselenggarakan oleh Kodansha.

Pemenangnya pada saat itu adalah rem (art) & bikkuri (story) dari amerika serikat dengan cerita ‘Kage No Matsuri’ (untuk hasil lengkapnya dapat dilihat di sini: http://e-morning.jp/mimc/result1/english.html). Pemenang pertama saat itu mendapatkan hadiah US$5000.

Pada event MIMC 2, pihat panitia lebih mendeskripsikan apa yang mereka inginkan dari para kreator manga yang menjadi peserta kontes. Dan hasil akhir dari MIMC 2 adalah Meng-Lin Yu dari Taiwan dengan cerita ‘Fairy Tale’ sebagai penerima grand prize (untuk hasil lengkapnya dapat dilihat di sini: http://e-morning.jp/mimc/result2/english.html).

Untuk MIMC 3, saat ini sedang dalam tahap penjurian. Dan yang sedang ingin saya katakan adalah…. lihat ini: http://e-morning.jp/mimc/result3/english_1.html

Yaaa, hwehehehe. Saya dan teman2 di studio berhasil lolos selections of the initial screening MIMC 3. Di list itu komik kami ada pada urutan ke-7, dan dari dua komik yang kami kirim, dua2 turut masuk dalam seleksi. Well, memang nama saya tak tercantum si berhubung gambar pensilnya bukan
oleh saya (posisi: inking). Bagi kami itu sudah sangat membanggakan. Tapi karena sudah sampai pada titik ini, yah, kami berharap agar kami juga bisa menang. Kalau perlu dua2nya (kemaruk ^^). Mohon doa dari teman2 sekalian yaaa :D

Nah, skarang kembali ke dunia nyata. Komik kami, ‘Merdeka’, sekarang (harusnya) dalam proses naik cetak dan (harusnya) minggu ini hasilnya sudah bisa kami lihat bentuk fisiknya. Tapi tampaknya pihak ‘penerbit’ agak kesusahan membagi waktu antara mengurus pencetakan komik kami dengan mengurus studio miliknya. Yah, kami hanya bisa menunggu.

Lebih ke depannya, tampaknya kami harus mulai berkompromi dengan keadaan. Setelah hampir dua tahun nekat bareng2 menekuni komik (bukannya mencari kerja), kami harus berhadapan dengan kenyataan, yang sebenarnya udah jelas, bahwa di Indonesia masih susah untuk hidup dari komik. Masalah kompleks yang malas saya jelaskan di sini, yang intinya penerbit Indonesia masih belum ada yang berani menerbitkan komik lokal. Jadiii.. skarang saatnya untuk mencari pekerjaan tetap. Fiuhh. Saya pribadi inginnya bekerja sebagai ilustrator, entah itu buku, majalah, atau visualizer. Kalo temen2 ada yang punya informasi tentang itu, saya akan sangat berterima kasih sekali ^^. Tapi kami gak berhenti berkomik. Kami masih berencana untuk melanjutkan komik ‘Merdeka’ di tengah2 kesibukan kami kelak. Rencananya pengen bikin 6 buku. ‘It’s a long way to go’, kata seorang kawan.

So.. illustrator, anyone?

When tomorrow starts without me

November 30th, 2008 by mifbay

When tomorrow starts without me
and I’m not there to see
If the sun should rise and find your eyes
all filled with tears for me

I wish so much you wouldn’t cry
the way you did today
While thinking of the many things
we didn’t get to say

I know how much
as much as I love you
And each time that you think of me
I know you’ll miss me too

But when tomorrow starts without me
please try to understand
That an angel came and called my name
and took me by the hand

And said my place was ready
in heaven far above
And that I’d have to leave behind
all those I dearly loved

But when I walked through heaven’s gate
I felt so much at home
When God looked down and smiled at me
from His great golden throne

He said “This is eternity
and all I promised you”
Today for life on earth is past
but here it starts anew

I promise no tomorrow
for today will always last
And since each day’s the same way
there’s no longing for the past

So when tomorrow starts without me
don’t think we’re far apart
For every time you think of me
I’m right there in your heart

(DCP for Southeast Asia earthquake victims)

Original by David M. Romano

Lentera Jiwa

November 11th, 2008 by mifbay

Lentera Jiwa

Senin, 25 Agustus 2008 23:55 WIB

Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin
redaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang
yang bertanya bahwa saya keluar bukan karena ‘pecah kongsi’ dengan Surya
Paloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak
menyenangkan.
Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan ‘power’ yang luar
biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita, tiba-tiba saya
mengundurkan diri.

Dalam perjalanan hidup dan karir, dua kali saya mengambil keputusan
sulit.
Pertama, ketika saya tamat STM. Saya tidak mengambil peluang beasiswa ke
IKIP Padang. Saya lebih memilih untuk melanjutkan ke Sekolah Tinggi
Publisistik di Jakarta walau harus menanggung sendiri beban uang kuliah.
Kedua, ya itu tadi, ketika saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari
Metro TV.

Dalam satu seminar, Rhenald Khasali, penulis buku Change yang saya
kagumi, sembari bergurau di depan ratusan hadirin mencoba menganalisa
mengapa saya keluar dari Metro TV. ”Andy ibarat ikan di dalam kolam.
Ikannya terus membesar sehingga kolamnya menjadi kekecilan. Ikan
tersebut terpaksa harus mencari kolam yang lebih besar.”

Saya tidak tahu apakah pandangan Rhenald benar. Tapi, jujur saja, sejak
lama saya memang sudah ingin mengundurkan diri dari Metro TV. Persisnya
ketika saya membaca sebuah buku kecil berjudul Who Move My Cheese.Bagi
Anda yang belum baca, buku ini bercerita tentang dua kurcaci. Mereka
hidup dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju. Kurcaci yang satu
selalu berpikiran suatu hari kelak keju di tempat mereka tinggal akan
habis. Karena itu, dia selalu menjaga stamina dan kesadarannya agar jika
keju di situ habis, dia dalam kondisi siap mencari keju di tempat lain.
Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu yakin sampai kiamat pun
persediaan keju tidak akan pernah habis.

Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak
sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat
lain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya ‘dipindahkan’ oleh
seseorang dan nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu tidak
perlu mencari keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka dia
memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu hari keju yang
hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan menunggu
sampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu siap tadi
sudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh lebih banyak
dibandingkan di tempat lama.

Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita merasa
nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi
perubahan dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak mau berubah,
dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas
waktu.

Setelah membaca buku itu, entah mengapa ada dorongan luar biasa yang
menghentak-hentak di dalam dada. Ada gairah yang luar biasa yang
mendorong saya untuk keluar dari Metro TV. Keluar dari labirin yang
selama ini membuat saya sangat nyaman karena setiap hari ‘keju’ itu
sudah tersedia di depan mata. Saya juga ingin mengikuti ‘lentera jiwa’
saya. Memilih arah sesuai panggilan hati. Saya ingin berdiri sendiri.

Maka ketika mendengar sebuah lagu berjudul ‘Lentera Jiwa’ yang
dinyanyikan Nugie, hati saya melonjak-lonjak. Selain syair dan pesan
yang ingin disampaikan Nugie dalam lagunya itu sesuai dengan kata hati
saya, sudah sejak lama saya ingin membagi kerisauan saya kepada banyak
orang.

Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang merasa
tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Bahkan seorang kenalan saya, yang
sudah menduduki posisi puncak di suatu perusahaan asuransi asing,
mengaku tidak bahagia dengan pekerjaannya. Uang dan jabatan ternyata
tidak membuatnya bahagia. Dia merasa ‘lentera jiwanya’ ada di ajang
pertunjukkan musik. Tetapi dia takut untuk melompat. Takut untuk memulai
dari bawah. Dia merasa tidak siap jika kehidupan ekonominya yang sudah
mapan berantakan.
Maka dia menjalani sisa hidupnya dalam dilema itu. Dia tidak bahagia.

Ketika diminta untuk menjadi pembicara di kampus-kampus, saya juga
menemukan banyak mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang mereka
tekuni sekarang. Ada yang mengaku waktu itu belum tahu ingin menjadi
apa, ada yang jujur bilang ikut-ikutan pacar (yang belakangan ternyata
putus
juga) atau ada yang karena solider pada teman. Tetapi yang paling banyak
mengaku jurusan yang mereka tekuni sekarang — dan membuat mereka tidak
bahagia — adalah karena mengikuti keinginan orangtua.

Dalam episode Lentera Jiwa (tayang Jumat 29 dan Minggu 31 Agustus 2008),
kita dapat melihat orang-orang yang berani mengambil keputusan besar
dalam hidup mereka. Ada Bara Patirajawane, anak diplomat dan lulusan
Hubungan Internasional, yang pada satu titik mengambil keputusan drastis
untuk berbelok arah dan menekuni dunia masak memasak. Dia memilih
menjadi koki.
Pekerjaan yang sangat dia sukai dan menghantarkannya sebagai salah satu
pemandu acara masak-memasak di televisi dan kini memiliki restoran
sendiri.
”Saya sangat bahagia dengan apa yang saya kerjakan saat ini,” ujarnya.
Padahal, orangtuanya menghendaki Bara mengikuti jejak sang ayah sebagai
dpilomat.

Juga ada Wahyu Aditya yang sangat bahagia dengan pilihan hatinya untuk
menggeluti bidang animasi. Bidang yang menghantarkannya mendapat
beasiswa dari British Council. Kini Adit bahkan membuka sekolah animasi.
Padahal, ayah dan ibunya lebih menghendaki anak tercinta mereka
mengikuti jejak sang ayah sebagai dokter.

Simak juga bagaimana Gde Prama memutuskan meninggalkan posisi puncak
sebuah perusahaan jamu dan jabatan komisaris di beberapa perusahaan.
Konsultan manajemen dan penulis buku ini memilih tinggal di Bali dan
bekerja untuk dirinya sendiri sebagai public speaker.

Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam kehidupan
yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak yang tidak
tahu bagaimana cara mencapainya.

Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang
dicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu
gembira dalam menikmati hidup. ”Bagi saya, bekerja itu seperti
rekreasi. Gembira terus. Nggak ada capeknya,” ujar Yon Koeswoyo, salah
satu personal Koes Plus, saat bertemu saya di kantor majalah Rolling
Stone. Dalam usianya menjelang 68 tahun, Yon tampak penuh enerji.
Dinamis. Tak heran jika malam itu, saat pementasan Earthfest2008, Yon
mampu melantunkan sepuluh lagu tanpa henti. Sungguh luar biasa. ”Semua
karena saya mencintai pekerjaan saya. Musik adalah dunia saya. Cinta
saya. Hidup saya,” katanya.

Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka
yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka sudah
menemukan lentera jiwa mereka._,_._,___

Sumber: forum Bluefame

Lentera Jiwa

By. Nugie

Lama sudah kumencari
apa yang hendak kulakukan
segala titik kujelajahi
tiada satupun kumngerti
tersesatkah aku..di samudera hidup..
Kata kata yang kubaca
terkadang tak mudah kucerna
bunga bunga dan rerumputan
bilakah kau tahu jawabnya
ini jalanku…inikah takdir

Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
yang selalu membunyikan cinta
Kupercaya dan kuyakini
murninya nurani menjadi penunjuk jalanku
LENTERA JIWAKU

Orange round object ^^

August 27th, 2008 by mifbay

Arabic :  قرعة
Aramaic : Kraa
Bulgarian :
тиква
Chinese :
南瓜
Croatian :
bundeva
Czech :
dýně
Danish :
græskar
Dutch :
pompoen
English : pumpkin
French :
citrouille
German :
Kürbis
Greek :
κολοκύθας
Hebrew : Dla’at

Hindi : कद्दू
Indonesian : labu
Irish : puimcin

Italian : zucca
Japanese :
カボチャ
Korean :
호박
Latin : cucurbita

Native American : isquotersquash
Norwegian : gresskar
Portuguese :
abóbora
Russian :
тыква
Rwandan :igihaza

Spanish : calabaza
Swedish :
pumpa
Thai : ลูกฟักทอง
Turkey :
kabak
Yugoslavia : ludaja

 
Ada yang ga tahu cara mbacanya? Jangan tanya saia :D

Indonesiaku

August 16th, 2008 by mifbay

17 Agustus 2008, 03.34

Selamat ulang tahun Indonesiaku (dan selamat ulang tahun juga untuk seseorang :D).
Jatuh bangun, morat-marit, terkoyak di berbagai sisi, pembusukan di tiap lini, tapi republik ini masih bertahan hingga sekarang, HUT-nya yang ke 63. Sebuah prestasi? Tergantung dari sudut mana kita memberi jawabannya. Banyak media yang bisa bercerita tentang apa yang sedang dihadapi oleh negara saat ini. Aku tidak ingin mengomentari apa yang sudah terjadi (kurasa juga tidak perlu). Yang jelas, sampai saat ini aku masih terus berusaha mencintai tanah air yang penuh dinamika ini, serta selalu berusaha memberikan yang terbaik baginya. Nasionalis? Aku tidak tahu, dan tidak peduli. Hanya seseorang yang berharap bisa memberikan sedikit perubahan agar rumah yang dihuni menjadi lebih nyaman. Mari teman-teman, bersama2 kita membuat perubahan bagi Indonesia yang lebih baik. Percayalah, perubahan itu kekal. Yang buruk tidak selamanya buruk, tinggal bagaimana kita mengarahkannya.

Mifbay for president.

Jangan terlalu serius mbacanya ^^

(yang sedang tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk mengekspresikan kebahagiaan yang dirasakannya kemaren..)

The Pumpkin

June 9th, 2008 by mifbay

There was once a pumpkin who lived on a farm with a very kind farmer…and a lot of other pumpkins.

The farmer was a good man who loved his pumpkins very much, and he
always spoke kindly to them. He took good care of them and taught them
all how to be good.

In the morning, he sang a sweet song to his pumpkins, and after lunch,
he told them to sit very still and soak up the sunshine. Then, as it
began to get dark each evening, this farmer came to his pumpkins and
told them to drink up the water from the ground through their
roots–very slowly. (It’s kind of like drinking through a straw when
pumpkins drink water through their roots.) Then, when it was time to go
to bed, he came again and told them all to go to sleep and get plenty
of rest so that they could grow up big and strong.

There was one pumpkin that did everything he asked. When it was time to
sit quietly and soak up the sun, she did it. When it was time to drink
up the water, she sucked it up nice and slow, just as he showed her.
And when it was dark and the farmer said, "Sleep, little ones…" our
pumpkin would smile and let her body relax, and soon she would be fast
asleep.

It was a nice life, and the pumpkin was happy because the
farmer loved her. She was really glad when he told her that she was
special and pretty. She wanted to make the farmer proud. And when they
were all little, the pumpkins were very good and loved each other. It
was perfect!

But the pumpkins began to grow, and as they did, they all
changed. Each one got stronger, fatter, and could do more things.
Everyone except our sweet little pumpkin. Instead of growing bigger,
she stayed small, and when all of the other pumpkins began staying up
late or would not to soak up the sun or drink their water, our little
green pumpkin kept being good. She obeyed the farmer even when everyone
else didn’t, but soon, the other pumpkins began to make fun of her.

"Ooh, there’s the good little baby! She never does anything
wrong…she’s so GOOOOOD!" When the farmer said it, all of that sounded
nice. But now, they were saying it to her in a new way–in a mean way.
She didn’t feel proud when THEY said it…she felt embarrassed and sad.
Why did they have to pick on her?

For the next few days, life was hard for our little pumpkin. All of the
other pumpkins laughed at her when she sat very still and quiet,
soaking up the sun. They all wanted to talk and laugh and say mean
things about her–none of them sat still. And when it was time to drink
water, she kept drinking nice and slow, while they gulped it down so
that they could go back and play.

After a while, the pumpkins began to grow up. Every day, the farmer
came and said, "We’re going to have delicious pies this year–yes,
indeed, they will be lovely." All of the pumpkins were proud of that.
They each wanted to be eaten and enjoyed by the farmer. But everyone
knew that there was something better.

All of the pumpkins had heard the story of the seed pumpkin. Each year,
the farmer chose a very special pumpkin that he didn’t cook. That
pumpkin was always the biggest and most beautiful pumpkin of them all.
The farmer would choose the best pumpkin, take out all of the seeds,
and plant them for next year. Her mom had been the seed pumpkin last
year. This year, her biggest dream was to be chosen.

Deep down, she knew she wouldn’t be chosen. After all she had tried to
be good, and even after working so hard and doing everything right, she
was still the smallest pumpkin. She was also the only one left who was
green. All of the other pumpkins had turned orange by now. She was sad
about that–she still looked like a baby!

A few days later, the farmer came over to her and said, "You
remind me of your mother. You’ll surprise us all yet." She didn’t
understand him, but she knew that he loved her, and that made her
happy. The little green pumpkin smiled and decided that even if she
never was special, she was glad that she had been good, because the
farmer was happy with her. She went to sleep that night very glad, and
all of the days until the big harvest party, she was still happy.

During this time, she started turning orange. It was a nice change, and
she liked her new color. Also, the other pumpkins stopped making fun of
her. In fact, they made friends and were very nice to her now. She was
glad about that, but she didn’t stop being good, even when they asked
her to play during sun-soaking time. "Nope, I have to do what the
farmer says," she would answer. And they didn’t laugh at her. She
wondered why…

The harvest party finally came, and the farmer was very busy
in his house. He didn’t even come out to speak to them that morning,
but they weren’t sad. This was the day that the seed pumpkin would be
chosen. "We all know who that’s going to be," one of the pumpkins said,
and everyone agreed. "Who?" said our pumpkin. But no one would answer
her; they just kept on drinking. They were all trying to drink extra
today so that they would be sweet and juicy when they were made into
pies.

The farmer finally came out to them before the harvesters came.
Smiling, he cut our pumpkin’s roots free and picked her up, saying,
"Your time has come, my little Baby." Smiling, the pumpkin felt very
happy. She guessed that he planned to make an early pie of her, and she
was proud of being chosen. Happily, she bounced against his chest as he
carried her into the house.

The pumpkin looked around the house, thinking of her mother. "She was
in here, when she was chosen as the seed pumpkin. I wish I could have
been like her." Suddenly, she missed her mother, and she began to cry.
"Oh, Mom, I’m sorry I didn’t get to make you proud. I’m sorry that they
didn’t choose me to be the seed pumpkin…"

The farmer walked by a wall that had pictures of all his old seed
pumpkins. She saw her grandfather, her mother, and finally, it looked
like another picture of her mother again. But then, she realized it
wasn’t a picture! It was a mirror! She looked just like her mother, the
old seed pumpkin, and she suddenly had an idea…

The farmer took her into the kitchen and laid her on the
counter. Smiling, he said, "You were chosen because you wanted to be
good, and you love to obey. I knew that you would grow bigger and
brighter than the others because you were the best one inside, and when a pumpkin is good inside, it will someday turn pretty outside. Smiling, the pumpkin realized that being good was hard, but it was worth it. And she was very, very, happy.

When the other pumpkins saw the seeds, they all were sorry that they
had been bad. But it was too late for them. They had lost their chance
to be the seed pumpkin. But they could still be good, and they decided
to be good right then! Because of their changed hearts, they made yummy
pies. And when people remembered the party, they said, "It was the best
one we ever had!"

THE END

(http://www.geocities.com/storymakingmotheronline/pumpkin.html)

Program Hati

September 4th, 2007 by mifbay

Customer Service (CS): Ya, ada yang
bisa saya bantu?

Pelanggan (P): Baik, setelah saya
pertimbangkan, saya ingin menginstal
cinta? kasih. Bisakah anda memandu
saya menyelesaikan prosesnya?

CS: Ya, saya dapat membantu anda. Anda
siap melakukannya?

P: Baik, saya tidak mengerti secara
teknis, tetapi saya siap untuk
menginstalnya sekarang. Apa yang harus
saya lakukan dahulu?

CS: Langkah pertama adalah membuka
HATI anda. Tahukan anda di mana? HATI
anda?

P: Ya, tapi ada banyak program yang
sedang aktif. Apakah saya tetap? bisa
menginstalnya sementara program-
program tersebut aktif?

CS: Program apa saja yang sedang aktif?

P: Sebentar, saya lihat dulu, Program
yang sedang aktif adalah
SAKITHATI.EXE, MINDER.EXE,? DENDAM.EXE
dan BENCI.COM.

CS: Tidak apa-apa. CINTA-KASIH akan
menghapus SAKITHATI.EXE dari? sistem
operasi Anda. Program tersebut akan
tetap ada dalam memori anda, tetapi
tidak lama karena akan tertimpa
program lain. CINTA- KASIH akan
menimpa MINDER.EXE dengan modul yang
disebut PERCAYADIRI.EXE.
Tetapi anda harus mematikan BENCI.COM
dan DENDAM.EXE. Program? tersebut akan
menyebabkan CINTA-KASIH tidak
terinstal secara sempurna. Dapatkah?
anda mematikannya?

P: Saya tidak tahu cara mematikannya.
Dapatkah anda memandu saya?

CS: Dengan senang hati. Gunakan Start
menu dan aktifkan? MEMAAFKAN.EXE.
Aktifkan program ini sesering mungkin
sampai BENCI.COM dan DENDAM.EXE
terhapus.

P: OK, sudah. CINTA-KASIH mulai
terinstal secara otomatis. Apakah ini
wajar?

CS: Ya, anda akan menerima pesan bahwa
CINTA-KASIH akan terus? diinstall
kembali dalam HATI anda. Apakah anda
melihat pesan tersebut?

P: Ya. Apakah sudah selesai terinstal?

CS: Ya, tapi ingat bahwa anda hanya
punya program dasarnya saja. Anda
perlu mulai menghubungkan HATI yang
lain agar untuk mengupgradenya.

P: Oops. Saya mendapat pesan error.
Apa yang harus saya lakukan?

CS: Apa pesannya?

P: ERROR 412 - PROGRAM NOT RUN ON
INTERNAL COMPONENT". apa artinya?

CS: Jangan kuatir, itu masalah biasa.
Artinya, program CINTA-KASIH?? diset
untuk aktif di HATI eksternal tetapi
belum bisa aktif dalam HATI internal
anda. Ini adalah salah satu kerumitan
pemrograman, tetapi dalam istilah non-
teknis ini berarti anda harus men-
"CINTA-KASIH"-i mesin anda sendiri
sebelum men-"CINTA-KASIH"-i orang
lain.

P: Lalu apa yang harus saya lakukan?

CS: Dapatkan anda klik pulldown
direktori yang disebut "PASRAH"?

P: Ya, sudah.

CS: Bagus. Pilih file-file berikut dan
salin ke direktori "MYHEART" MEMAAFKAN-
DIRI-SENDIRI.DOC, dan MENYADARI-
KEKURANGAN.TXT. sistem akan menimpa
file-file konflik dan mulai
memperbaiki program-program yang
salah. Anda juga perlu mengosongkan
Recycle Bin untuk memastikan program-
program yang salah tidak muncul
kembali.

P: Sudah. Hei!.. HATI saya terisi file-
file baru. SENYUM.MPG aktif di monitor
saya dan menandakan bahwa DAMAI.EXE
dan KEPUASAN.COM dikopi
ke HATI. Apakah ini wajar?

CS: Kadang-kadang. Orang lain mungkin
perlu waktu untuk? mendownloadnya.
Jadi CINTA-KASIH telah terinstal dan
aktif. Anda harus bisa?? menanganinya
dari sini. Ada satu lagi hal yang
penting.

P: Apa?

CS: CINTA-KASIH adalah freeware.
Pastikan untuk memberikannya kepada
orang lain yang anda temui. Mereka
akan share ke orang lain dan?
seterusnya sampai anda akan
menerimanya kembali.

P: Pasti. Terima kasih atas bantuannya

Dari Bulletin postnya Kang Ikhsan. Makasi ya kang.

SXZO #3

July 11th, 2007 by mifbay

Sxzo3_200_dpi

SXZO #2

July 10th, 2007 by mifbay

Sxzo2_200_dpi